Just another WordPress.com site

SENSOR BIOMEDIKA

Dewasa ini, biosensor telah banyak diteliti dan dikembangkan oleh para peneliti dan industri, dan dalam dunia biosensor research, topik yang sedang berkembang sekarang ini adalah biosensor yang berbasis DNA (genosensor).

Biosensor sendiri didefinisikan sebagai suatu perangkat sensor yang menggabungkan senyawa biologi dengan suatu tranduser. Dalam proses kerjanya senyawa aktif biologi akan berinteraksi dengan molekul yang akan dideteksi yang disebut molekul sasaran. Hasil interaksi yang berupa besaran fisik seperti panas, arus listrik, potensial listrik atau lainnya akan dimonitor oleh transduser. Besaran tersebut kemudian diproses sebagai sinyal sehingga diperoleh hasil yang dapat dimengerti.

Biosensor yang pertama kali dibuat adalah sensor yang menggunakan transduser elektrokimia yaitu elektroda enzim untuk menentukan kadar glukosa dengan metode amperometri. Sejauh ini, biosensor dalam perkembangannya mempunyai tiga generasi yaitu generasi pertama; dimana biosensor berbasis oksigen, generasi kedua; biosensor menjadi lebih spesifik yang melibatkan “mediator” diantara reaksi dan transduser, dan terakhir generasi ketiga; dimana biosensor berbasis enzyme coupling.

Unsur-unsur dari biosensor diantarany

  1. Bioreseptor, merupakan komponen biologis yang peka, yang dibuat dengan teknis biologis. Misalnya jaringan, mikroba, organel, sel , protein, enzymes, antibodies, nucleic acids dll.

  2. Transduser, merupakan komponen/elemen pendeteksi/detektor, yang bekerja secara fisikokimia, piezoelektronik, optik, elektrokimia, dll., yang mengubah sinyal yang dihasilkan dari interaksi antara analit dengan bioreseptor menjadi sinyal lain (yaitu, transduser) yang dapat lebih mudah diukur dan dihitung.

  3. Elemen elektronik prosesor sinyal yang terutama bertanggung jawab untuk menampilkan hasil yg mudah dibaca/dipahami.

Proses Kerja Biosensor:

  1. Menentukan bioreseptor yang ingin dideteksi
  2. Interaksi bioreseptor dengan substansi kimia
  3. Mendeteksi Bioreseptor Enzim
  4. Mengirimkan Signal Respon
  5. Immobilisasi
  6. Proses Pada Transducer
  7. Pengolahan sinyal

Aplikasi dari biosensor:

No

Bidang Aplikasi

Kegunaan Biosensor

1.

Medis dan Farmasi

·         Mengontrol penyakit : diabetes, kolesterol, jantung dll

·         Diagnosis untuk : obat, metabolit, enzim, vitamin

·         Penyakit infeksi, alergi.

·         Studi efisiensi obat

2.

Lingkungan Hidup

·         Kontrol polusi

·         Monitoring senyawa-senyawa toksik di udara, air, dan tanah.

·         Penentuan BOD (biological oxygen demand)

3.

Kimia

·         Mengontrol kualitas makanan (mendeteksi kontaminasi mikroba, menentukan kesegaran, analisis lemak, protein dan karbohidrat dalam makanan.

·         Mendeteksi kebocoran, menentukan lokasi deposit minyak.

·         Mengecek kualitas udara di ruangan.

·         Penentuan parameter kualitas pada susu

4.

Pertanian

·         Mengontrol kualitas tanah.

·         Penentuan degradasi seperti biodegradable pada kayu dan makanan.

·         Mendeteksi keberadaan pestisida

5.

Militer

·         Mendeteksi zat-zat kimia dan biologi yang digunakan sebagai senjata perang (senjata kimia/biologi) seperti virus, bakteri patogen, dan gas urat syaraf.

artikel lebih lanjut bisa didownload disini.

sumber:

makalah biomedis yang disusun oleh: Dyah Ayu Susilowati(111108005),Indah Permatasari (111108023), Syarif Rahmanto (111108073) tentang “Instrumentasu Biomedis Sensor Biomedika”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: